Unit Conversion
Wednesday, December 20th, 2006(Pengonversian Satuan)
Setiap kali melakukan
pengukuran, hasil yang kita dapat adalah bergantung pada alat ukur yang kita
gunakan. Misalnya, ketika kita mengukur panjang suatu batang menggunakan
meterstick, maka hasil yang kita dapat adalah angka dengan satuan meter. Lain
halnya kalau kita menggunakan yardstick, maka hasil yang kita dapat akan
memiliki satuan yard. Namun, pada kenyataannya panjang batang tersebut
seharusnya sama walaupun digunakan berbagai macam alat ukur. Dengan kata lain,
panjang dalam meter dan dalam yard yang kita dapatkan tersebut berarti sama.
Faktor konversi dapat digunakan untuk menunjukkan nilai angka dalam meter ke
dalam satuan yard dan sebaliknya.
Dalam operasi matematika,
penambahan/pengurangan dan perkalian/pembagian memiliki aturan khusus dalam
pengoperasiannya pada satuan. Untuk penambahan/pengurangan, nilai yang
ditambahkan atau dikurangkan harus memiliki satuan yang sama. Sedangkan, hal
itu tidak berlaku pada perkalian atau pembagian. Dalam perkalian atau
pembagian, satuan dari masing-masing besaran ikut dikalikan atau dibagi. Hal
itu menyebabkan hasil perkalian atau pembagian tersebut memiliki satuan yang
berasal dari hasil perkalian atau pembagian satuan dari besaran asal.
Unit satuan dibagi menjadi dua
yaitu unit satuan koheren dan non-koheren. Unit satuan koheren merupakan unit
satuan yang tidak memerlukan faktor konversi tambahan apabila dilakukan operasi
matematika pada satuan tersebut. Sedangkan, unit satuan non-koheren adalah unit
satuan yang masih memerlukan aktor konversi tambahan apabila dilakukan operasi
matematika pada satuan tersebut.
Unit satuan koheren dibagi
menjadi dua, yaitu sistem satuan absolut dan sistem satuan gravitasional.
Sistem satuan absolut mendefinisikan panjang, waktu, dan massa. Sedangkan
sistem satuan gravitasional mendefinisikan panjang, waktu, dan gaya.
Datum adalah titik referensi
atau titik acuan dalam pengukuran. Ketika mengukur tekanan, kita dapat
menggunakan datum berupa tekanan absolut (tekanan pada ruang vakum), tekanan
atmosfer, atau tekanan relatif terhadap tekanan pada suatu titik lain. Ketika
mengukur temperatur, datum yang digunakan dapat berupa suhu mutlak (skala
Kelvin atau Rankine) atau suhu terendah yang dapat dicapai air, es, dan garam
(skala fahrenheit).
Analisis dimensional
digunakan untuk mengetahui bagaimanakah suatu besaran turunan dibentuk dari
suatu besaran pokok.
Pustaka:
Holtzapple, et al. 2005. Concepts in
Engineering. New York: Mc. Graw-Hill