Archive for November, 2006

Tabel and Graph

Tuesday, November 28th, 2006

(Tabel dan Grafik)

Data dan angka yang akan diinformasikan kepada orang lain haruslah komunikatif. Komunikatif berarti komunikasi tersebut dapat dimengerti oleh pembaca tanpa ada perbedaan intrepretasi dengan apa yang dimaksudkan oleh komunikator. Agar informasi tersebut komunikatif, informasi dijelaskan dengan mengggunakan tabel dan grafik. Penyajian data melalui tabel dan grafik dapat menjelaskan secara lebih singkat dan jelas suatu informasi dibanding penyajian data melalui kata-kata yang sangat panjang. Tabel dan grafik akan menghubungkan suatu variabel bebas dengan variabel terikat (tak bebas) pada baris yang sama.

Tabel yang baik adalah tabel yang memiliki judul dan kolom yang teridentifikasi dengan nama kolom dan satuannya. Hal itu berarti, tabel haruslah dapat berdiri sendiri sehingga pembaca tidak memerlukan tambahan penjelasan berupa teks atau semacamnya untuk dapat memahami tabel tersebut. Angka yang ditampilkan pada tabel juga harus merupakan angka yang sesuai dengan aturan angka penting.

Walaupun tabel sangat bermanfaat ketika data akan digunakan lebih lanjut di computer atau kalkulator, terkadang tabel juga agak sulit untuk dipahami dan diintrepretasikan. Untuk kebutuhan ini, grafik akan sangat membantu. Grafik yang baik juga harus memiliki judul dan pengidentifikasian pada sumbu absis dan ordinatnya. Grafik juga harus dapat berdiri sendiri seperti halnya tabel.

GrafiktabelTerdapat 3 tipe grafik yang biasanya dibuat oleh engineer yaitu grafik rectilinear, semi-log, dan log-log. Suatu garis linear akan diplotkan secara linear pada grafik rectilinear. Grafik semi-log juga akan mengeplot suatu persamaan eksponensial pada suatu garis lurus. Sedangkan grafik log-log akan mengeplot pada suatu garis lurus suatu persamaan yang biasa disebut power equation.

Untuk membuat suatu kurva mulus, terkadang harus digunakan suatu interpolasi sehingga kurva yang dihasilkan benar-benar mulus. Selain itu, ekstrapolasi juga perlu digunakan untuk memperkirakan bentuk kurva di luar titik-titik yang kita tinjau. Namun, penggunaan ekstrapolasi dapat sangat beresiko salah jika daerah yang kita gambar pada kurva begitu jauh dari titik-titik yang kita tinjau.

Untuk menentukan suatu persamaan linear dari titik-titik yang tidak beraturan namun memilki kecenderungan untuk membentuk suatu garis lurus, kita menggunakan regresi linear. Persamaan yang didapat dari regresi linear tersebut merupakan garis yang berjarak sama dari semua titik yang tidak beraturan tadi.

Pustaka: Holtzapple, et al. 2005. Concepts in Engineering.

New York

: Mc. Graw-Hill

Number (Angka)

Monday, November 20th, 2006

Number (Angka)

Engineer menggunakan angka sebagai bahasa komunikasi. Hampir semua hal dalam bidang engineering disajikan dalam bentuk angka. Oleh karena itu, penggunaan angka sebagai alat komunikasi ini tidak boleh salah. Kesalahan tersebut antara lain:

1. Adanya perbedaan standar penulisan notasi angka

2. Adanya kesalahan analisis sederhana

Penggunaan notasi angka pada negara-negara tertentu menggunakan standar penulisan yang berbeda sehingga untuk menghindari adanya salah paham, dibuat standar penulisan konvensional. Selain itu, untuk menuliskan suatu bilangan yang sangat besar atau sangat kecil harus digunakan notasi ilmiah. Engineer harus mematuhi aturan-aturan tersebut.

Number3Angka atau bilangan dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu bilangan integer (yang digunakan untuk menghitung) dan bilangan real (yang digunakan untuk mengukur sesuatu yang kontinyu). Tidak ada kesalahan pada bilangan integer jiga penghitungan dilakukan dengan benar. Namun, walaupun pengukuran dilakukan dengan benar, masih terdapat kesalahan pada suatu bilangan real hasil pengukuran. Hal itu disebabkan angka yang didapat dari pengukuran merupakan suatu hasil bilangan tak hingga yang tidak bisa dinyatakan secara tepat. Oleh karena itu, suatu hasil pengukuran tersebut dinyatakan akurat apabila nilainya mendekati nilai aslinya.

Setiap kali melakukan pengukuran, akan muncul suatu perbedaan penting dalam beberapa istilah antara lain keakuratan dan ketepatan, kesalahan sistematik dan kesalahan acak, dan ketidakpastian dan error. Nilai ketidakpastian dan error dari suatu pengukuran dapat dinyatakan dalam persentase yaitu dengan membandingkan nilai ketidakpastian atau error dengan nilai yang paling akurat atau dengan nilai yang sebenarnya. Untuk menyatakan seberapa tepat suatu hasil pengukuran (bilangan real) digunakan angka penting. Angka penting ini menyatakan sebarapa banyak angka yang diketahui secara tepat. Semakin banyak angka penting yang dituliskan berarti semakin baik suatu nilai diketahui.

Pustaka: Holtzapple, et al. 2005. Concepts in Engineering. New York: Mc. Graw-Hill

g jelas

Wednesday, November 15th, 2006

haduwww,,,

g jelas ini emang mau nulis apa,,

yah, klu gt saya mw nulis kata2 indah yang saya denger kmarin dari temen saya aja dehhh,,

kita g usa menyesal dan mengatakan kenapa waktu sehari itu cuma 24 jam,,

tapi menyesal kenapa pekerjaan yang harusnya bia saya selesaikan dalam 1 jam saya selesaikan dalam 3 jam,,,

wah,,, benar2 menohok,,,

y uda, kapan2 saya pengen nulis yang bener deh di ni blog,,,

wass,,,